BAB I
PENDAHULUAN
  1. Topik Percobaan: Hukum Hooke
  2. Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal: Jum’at / 02 November 2012
Tempat            : Kelas XI IPA 3
  1. Tujuan Percobaan
Mencari hubungan antara gaya yang bekerja pada pegas (F) pertambahan panjang pegas ( )
  1. Metode Percobaan
Dalam melakukan percobaan ini, kami menggunakan 2 metode, yaitu:
  1. Metode observasi, yaitu metode dengan cara meneliti objek yang diteliti.
  2. Metode Studi Pustaka, yaitu metode dengan cara mengumpulkan data dari sumber yang ada.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. Landasan Teori
            Seperti yang telah kita ketahui, ada dua jenis benda menurut kemampuannya kembali ke bentuk semula.
  1. Benda elastis, yaitu benda yang apabila dihilangkan gaya yang bekerja pada benda tersebut akan kembali ke bentuk semula. Contoh: karet, pegas, baja, kayu dsb.
  2. Benda plastis, yaitu benda yang apabila dihilangkan gaya yang bekerja pada benda tersebut tidak kembali ke bentuk semula.
Contoh: lilin, tanah liat dsb.
            Dari pengertian jenis benda tersebut, maka pada benda elastis berlaku hukum Hooke yang menyatakan bahwa “selama tidak melampaui batas elastisitasnya, gaya yang bekerja pada suatu benda elastis akan sebanding dengan pertambahan panjang.”
            Berdasarkan pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa apabila sebuah benda diregangkan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah. Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan benda tersebut dan gaya yang diberikan padanya.
            Menurut Hooke, pertambahan panjang berbanding lurus dengan besar gaya (F) yang diberikan pada benda. Secara matematis, hukum Hooke ini dapat di tulis sebagai:
 dengan F gaya yang diberikan ,  pertambahan panjang (m), dan k konstanta gaya .
  1. Mencari Konstanta Pegas
    1. Alat dan Bahan         :
      1. Tiang penyangga             1 pasang
      2. Batang pendek                1 buah
      3. Jepitan penahan               1 buah
      4. Beban (50 gram)             5 buah         
      5. Pegas spiral                     1 buah
      6. Penggaris 50 cm              1 buah
      7. Kertas milimeter strimin  1 lembar
      8. Petunjuk praktikum         1 berkas
      9. Formulir laporan singkat 1 lembar
  1. Langkah Percobaan
    1. Susunlah alat-alat di atas sehingga tersusun seperti gambar berikut:
  1. Gantungkan sebuah pegas pada batang penggantung, kemudian ukurlah panjang pegas bebas (tanpa beban) dengan membaca skala pada mistar dan catatlah data tersebut pada tabel data pengamatan sebagai .
  2. Gantungkan sebuah beban (50 gram) pada ujung bawah pegas, lalu amati panjang pegas yang terlihat pada skala mistar. Lakukan pengamatan sebaik mungkin agar diperoleh data yang mendekati akurat dan catat data yang telah diperoleh pada tabel hasil pengamatan. (catatan: data panjang pegas ditulis pada kolom , sedangkan data massa beban ditulis pada kolom )
    Hukum Hooke
  3. Ulangi langkah bagian 3 dengan 2 beban (100 gram), 3 beban (150 gram), 4 beban (200 gram) dan terakhir 5 beban (250 gram) dan catat untuk melengkapi tabel data hasil pengamatan.
  4. Hitung besar gaya yang bekerja pada pegas (gaya berat beban) dengan menggunakan rumus , denganadalah massa beban yang menggantung pada ujung pegas dan  g = 9,8 m/ Tulis hasil perhitungan pada tabel hasil pengamatan.
  5. Hitung pertambahan panjang ( ) untuk setiap beban yang digantungkan pada ujung pegas, dengan menggunakan rumus  lalu tuliskan data hasil perhitungan pada tabel hasil pengamatan.
  6. Data Hasil Percobaan
    1.  (Panjang awal pegas sebelum diberi gaya), diperoleh dari: panjang ujung elastis pegas bagian bawah – panjang ujung elastis pegas bagian atas.
Diket: ujung elastis pegas bagian atas = 6,5 cm
            ujung elastis pegas bagian bawah = 13,3 cm
Dit: ?
Jawab: panjang ujung bawah pegas – panjang ujung atas pegas
                = 13,3 – 6,5
                = 6,8 cm
                = 0,068 m
  1. Massa beban
Massa (gram)
Massa (kg)
50
 = 0,05
100
 = 0,10
150
 = 0,15
200
 = 0,20
250
 = 0,25
Tabel 2.1 Data massa beban


  1. c.        (panjang pegas setelah diberi gaya) dihitung dengan cara: ujung pegas bawah-ujung pegas atas
    1. L(m = 0,05kg) = 17,8 – 6,5
                        = 11,3 cm
                        = 0,113 m
  1. L(m = 0,10kg) = 22,5 – 6,5
                        = 16,0 cm
                        = 0,16 m
  1. L (m = 0,15kg)= 27,3 – 6,5
                        = 20,8 cm
                        = 0,208 m
  1. L(m = 0,20kg)= 32,0 – 6,5
                        = 25,5 cm
                        = 0,255 m
  1. L(m = 0,25kg)= 36,9 – 6,5
                       = 30,4 cm
                       = 0,304 m
  1. Gaya (F), diperoleh dengan rumus: F = m.g

1)      F = 0,05 . 9,8
   = 0,49 N
2)      F = 0,10 . 9,8
   =  0,98 N
3)      F = 0,15 . 9,8
= 1.47 N
4)      F = 0,20 . 9,8
=1,96 N
5)      F = 0,25 . 9,8
= 2,45 N


  1. Pertambahan panjang = panjang akhir – panjang awal
    1.  = 0,113 – 0,068
= 0,045 m
  1. 0,16 – 0,068
=0,092 m
  1.  0,208 – 0,068
= 0,14 m
  1.  = 0,255 – 0,68
= 0,187 m
  1.  = 0,304 – 0,068
= 0,236 m

  1. Tabel Hasil Percobaan       :
 = 0,068 m
Percobaan ke-
Massa (kg)
(m)
F (N)
 (m)
 (N/m)
1
0,05
0,113
0,49
0,045
10,88888889
2
0,1
0,16
0,98
0,092
10.65217391
3
0,15
0,208
1,47
0,14
10,5
4
0,2
0,255
1,96
0,187
10,48128342
5
0,25
0,304
2,45
0,236
10,38135593
Tabel 2.2  Data hasil percobaan

  1. Grafik Data
Grafik terdiri dari sumbu vertikal dan horizontal yang menunjukan hubungan antara gaya yang bekerja pada pegas dengan pertambahan panjang. Langkah-langkah membuat grafik:
  1. Gunakan sumbu vertikal sebagai sumbu untuk menyatakan besar gaya yang bekerja pada pegas (F) dengan satuan Newton (N).
  2. Lalu gunakan sumbu horizontal untuk menyatakan pertambahan panjang
  1. Tentukan skala vertikal dan horizontal yang akan digunakan dalam membuat grafik.
    1. Sumbu vertikal (F)
            Pada sumbu vertikal tersedia area sepanjang 200 mm jika dihitung dari garis tepi bawah ke garis tepi atas. Jarak garis tepi bawah ke sumbu vertikal adalah 10 mm atau 1 cm. Maka panjang sumbu vertikal yang akan digunakan adalah 200 mm – 10 mm =  190 mm.
            Dari tabel 2.2, diperoleh data terbesar F yaitu 2,45 N dibulatkan menjadi 2,50 N. Skala vertikal diperoleh dari perhitungan:  N/mm.
Maka skala yang berlaku pada sumbu vertikal adalah 1 mm mewakili 0,02 N
  1. Sumbu horizontal
            Pada sumbu horizontal tersedia area sepanjang 300 mm dihitung dari garis tepi kanan ke garis tepi kiri. Jarak garis tepi kiri ke sumbu horizontal adalah 10 mm atau 1 cm. Maka panjang sumbu horizontal yang akan digunakan adalah 300 mm – 10 mm = 290 mm.
            Dari tabel 2.2, diperolah data terbesar  adalah 0, 236 m dibulatkan menjadi 0,240 m. Skala horizontal diperoleh dari perhitungan:  = 0,001 m.
Maka skala yang berlaku sepanjang sumbu horizontal adalah 1 mm mewakili 0,001 mm.

BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa gaya (F) yang bekerja pada pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjang pegas.
  1. Saran
Demi perbaikan serta kesempurnaan laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.


Jangan lupa kasih sumbernya ya..saat di ketik di laman daftar pustakanya :)

3 komentar:

 
Top